Skip to content

Sosialisasi Program Sekolah dan MPLS Ramah TK – KB Al Azhar Tahun Ajaran 2026–2027: Langkah Awal Membangun Generasi Berkarakter Islami

Pamekasan – Awal tahun ajaran baru selalu menjadi momen yang penuh harapan bagi setiap keluarga. Untuk menyamakan langkah antara sekolah dan orang tua, TK dan KB Al Azhar Kowel Pamekasan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Sekolah dan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026–2027. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperkenalkan visi, misi, program pendidikan, serta membangun sinergi demi tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusias. Para orang tua hadir untuk mengenal lebih dekat lingkungan sekolah, tenaga pendidik, budaya belajar, hingga berbagai program unggulan yang akan dijalankan selama satu tahun ke depan. Melalui kegiatan ini, sekolah menegaskan bahwa pendidikan terbaik hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang erat antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar.

Salah satu fokus utama yang disampaikan dalam Sosialisasi Program Sekolah dan MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026–2027 adalah berbagai program pembiasaan positif yang akan menjadi budaya belajar di TK dan KB Al Azhar Kowel Pamekasan. Pembiasaan ini dirancang untuk membentuk karakter anak secara bertahap melalui pengalaman sehari-hari yang menyenangkan, sesuai dengan semangat MPLS Ramah.

Program diawali dengan penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, sebuah gerakan pembentukan karakter yang dikenalkan kepada anak melalui kegiatan yang sesuai dengan usia mereka. Nilai-nilai seperti beribadah kepada Allah SWT., hidup sehat, gemar belajar, disiplin, mandiri, peduli terhadap sesama, serta bertanggung jawab tidak hanya disampaikan dalam bentuk nasihat, tetapi diwujudkan melalui aktivitas bermain, bercerita, bernyanyi, dan pembiasaan sehari-hari. Dengan demikian, karakter baik tumbuh secara alami dan menjadi bagian dari kehidupan anak sejak usia dini.

Setiap pagi, peserta didik akan mengikuti kegiatan Pagi Ceria, yaitu rutinitas yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membangun kesiapan fisik, emosional, dan sosial anak sebelum memasuki pembelajaran. Kegiatan ini diawali dengan penyambutan hangat oleh guru, dilanjutkan dengan doa bersama, gerak dan lagu, Senam Anak Indonesia Hebat, tepuk semangat, permainan sederhana (ice breaking), hingga sapaan penuh keceriaan yang membuat anak merasa aman, diterima, dan bahagia berada di sekolah. Pembiasaan ini sejalan dengan pedoman MPLS Ramah yang menekankan pentingnya menghadirkan pengalaman pertama yang positif bagi setiap peserta didik.

Sekolah juga membangun budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) sebagai identitas seluruh warga sekolah. Setiap anak dibiasakan menyambut guru, teman, dan orang tua dengan senyum yang tulus, mengucapkan salam, saling menyapa, berbicara dengan sopan, serta menunjukkan sikap santun dalam setiap interaksi. Kebiasaan sederhana ini diyakini mampu menumbuhkan rasa saling menghargai, mempererat persaudaraan, dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, serta penuh kasih sayang.

Berbagai program pembiasaan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan di TK dan KB Al Azhar Kowel Pamekasan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, akhlakul karimah, serta kecakapan hidup yang akan menjadi bekal anak di masa depan. Sekolah percaya bahwa anak-anak hebat lahir dari kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten, dengan dukungan penuh dari guru dan orang tua.

Melalui sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, TK dan KB Al Azhar Kowel Pamekasan berkomitmen menghadirkan pendidikan yang ramah anak, berlandaskan nilai-nilai Islam, sekaligus mendukung terbentuknya Generasi Anak Indonesia Hebat—generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Mengusung konsep MPLS Ramah, sekolah berkomitmen menghadirkan masa pengenalan yang menyenangkan, aman, inklusif, bebas dari segala bentuk perundungan, serta berorientasi pada kebutuhan dan karakteristik anak usia dini. Anak-anak dikenalkan dengan lingkungan sekolah melalui aktivitas bermain, bernyanyi, berdoa, berinteraksi, dan berbagai kegiatan kreatif yang membuat mereka merasa nyaman sejak hari pertama.

Dalam sesi sosialisasi, pihak sekolah juga memaparkan berbagai program pendidikan yang menjadi ciri khas Lembaga Pendidikan Islam Al-Azhar, mulai dari pembiasaan ibadah harian, pembelajaran Al-Qur’an, pengembangan karakter Islami, pembelajaran berbasis bermain (fun learning), pengembangan kreativitas, pembiasaan hidup sehat, hingga pembelajaran yang memperhatikan keunikan setiap anak. Seluruh program tersebut dirancang untuk membentuk generasi yang cerdas, mandiri, berakhlakul karimah, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Lebih dari sekadar penyampaian informasi, kegiatan ini menjadi bentuk komitmen sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas. Orang tua tidak hanya menerima informasi mengenai kurikulum, jadwal belajar, tata tertib, maupun program pembiasaan di sekolah, tetapi juga diajak menjadi mitra aktif dalam mendampingi proses pendidikan anak di rumah.

Kegiatan sosialisasi ini juga memperlihatkan semangat kebersamaan yang menjadi budaya keluarga besar Al-Azhar. Interaksi yang hangat antara guru, orang tua, dan peserta didik menciptakan suasana kekeluargaan yang menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan serta kerja sama selama proses pembelajaran berlangsung.

Dengan terselenggaranya Sosialisasi Program Sekolah dan MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026–2027, diharapkan seluruh peserta didik baru dapat memulai perjalanan belajarnya dengan penuh semangat, rasa aman, dan kebahagiaan. Semoga langkah awal ini menjadi pintu lahirnya generasi Al-Azhar yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, kreatif, serta siap menghadapi tantangan masa depan dengan nilai-nilai Islam sebagai pedoman hidup.

“Bersama Orang Tua, Guru, dan Sekolah, Kita Mewujudkan Pendidikan yang Ramah, Bermakna, dan Menginspirasi.”

MPLS Ramah Day 2: Membangun Sinergi Orang Tua dan Sekolah untuk Tumbuh Kembang Anak yang Optimal

Pamekasan – Hari kedua pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026–2027 di Kelompok Bermain (KB) Al Azhar Kowel Pamekasan berlangsung penuh kehangatan, keceriaan, dan makna. Tidak hanya menjadi ajang pengenalan bagi peserta didik baru, kegiatan ini juga memperkuat kemitraan antara sekolah dan orang tua sebagai fondasi utama dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini.

Kegiatan diawali dengan paparan materi untuk wali murid mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk bagaimana perkembangan otak pada masa usia emas (golden age) menjadi penentu berbagai kemampuan anak di masa depan. Orang tua diajak memahami bahwa setiap anak memiliki karakter, potensi, serta kecepatan perkembangan yang berbeda sehingga membutuhkan pendampingan yang penuh kasih sayang, stimulasi yang tepat, dan lingkungan belajar yang positif.

Suasana kemudian semakin hidup melalui berbagai ice breaking berupa tepuk semangat, gerak, dan lagu yang mengundang tawa serta antusiasme seluruh peserta. Aktivitas sederhana tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan menjadi sarana membangun kedekatan emosional, melatih koordinasi gerak, meningkatkan konsentrasi, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri anak sejak hari-hari pertama berada di lingkungan sekolah.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah perkenalan murid baru. Dengan didampingi orang tua dan guru, anak-anak mulai belajar menyebutkan nama mereka, menyapa teman-teman baru, serta mengenal lingkungan belajar yang akan menjadi tempat mereka bertumbuh. Meskipun masih ada yang tampak malu-malu, suasana hangat yang diciptakan para guru membuat setiap anak merasa diterima dan dihargai.

Kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan Kepala Sekolah beserta seluruh guru Kelompok Bermain (KB) Al Azhar. Melalui perkenalan ini, orang tua semakin mengenal sosok-sosok pendidik yang akan mendampingi putra-putri mereka selama proses belajar. Komunikasi yang terbuka sejak awal menjadi langkah penting untuk membangun kepercayaan dan kerja sama yang berkelanjutan antara keluarga dan sekolah.

Keceriaan semakin terasa ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu “Rukun Sama Teman”. Lagu tersebut menjadi media yang sederhana namun bermakna dalam menanamkan nilai persahabatan, saling menghargai, bekerja sama, dan hidup rukun. Nilai-nilai karakter seperti inilah yang menjadi bagian penting dari pendidikan di KB Al Azhar, karena keberhasilan anak tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari akhlak, kepedulian, dan kemampuan bersosialisasi.

Pelaksanaan MPLS Ramah Day 2 menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan perjalanan yang melibatkan tiga unsur utama, yaitu sekolah, keluarga, dan lingkungan. Ketika ketiganya berjalan seiring, anak akan tumbuh dalam suasana yang aman, nyaman, menyenangkan, dan penuh cinta. Inilah semangat yang terus dihadirkan KB Al Azhar Kowel Pamekasan dalam mengawali tahun ajaran baru.

Semoga rangkaian kegiatan MPLS Ramah ini menjadi awal yang indah bagi setiap peserta didik untuk mengenal dunia sekolah, membangun rasa percaya diri, menjalin persahabatan, serta menumbuhkan semangat belajar yang akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan pendidikan mereka.

“MPLS Ramah bukan sekadar mengenalkan sekolah, tetapi menghadirkan pengalaman pertama yang menyenangkan, penuh kasih sayang, dan menjadi fondasi lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, serta berakhlakul karimah.”

MPLS Ramah Day 3: Menjelajahi Sekolah, Menumbuhkan Kemandirian dan Keceriaan Sejak Hari Pertama

Pamekasan – Memasuki hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026–2027, suasana di TK dan KB Al Azhar Kowel Pamekasan semakin semarak. Wajah-wajah ceria peserta didik mulai menunjukkan rasa nyaman berada di lingkungan sekolah. Beragam kegiatan edukatif dan menyenangkan dirancang untuk membantu anak mengenal sekolah lebih dekat sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, dan kebiasaan positif sejak usia dini.

Kegiatan diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh peserta didik bersama para guru. Gerakan-gerakan sederhana yang diiringi musik ceria tidak hanya membuat anak aktif bergerak, tetapi juga melatih koordinasi motorik, keseimbangan tubuh, serta membangun semangat belajar sejak pagi. Melalui aktivitas fisik yang menyenangkan, anak belajar bahwa sekolah adalah tempat yang penuh energi positif dan kebahagiaan.

Setelah senam bersama, anak-anak diajak berkenalan dengan seluruh guru TK Al Azhar. Momen ini menjadi langkah penting dalam membangun kedekatan emosional antara guru dan peserta didik. Dengan sapaan yang hangat, senyum yang ramah, dan pendekatan yang penuh kasih sayang, guru menjadi sosok yang mampu menghadirkan rasa aman bagi anak selama menjalani proses belajar di sekolah.

Keceriaan semakin terasa saat kegiatan ice breaking melalui permainan “Maju – Mundur – Kanan – Kiri”. Permainan sederhana ini berhasil menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Selain melatih konsentrasi, kemampuan mendengarkan instruksi, dan koordinasi gerak, kegiatan tersebut juga mengajak anak untuk belajar mengikuti aturan sambil tetap menikmati proses bermain bersama teman-teman baru.

Salah satu kegiatan yang paling berkesan pada MPLS Day 3 adalah jelajah lingkungan sekolah. Dengan penuh rasa ingin tahu, anak-anak diajak mengenal setiap sudut sekolah yang akan menjadi bagian dari keseharian mereka. Mereka mengunjungi area bermain outdoor yang dipenuhi berbagai wahana edukatif untuk melatih motorik dan keberanian, mengenal ruang belajar Kelompok Bermain (KB), ruang kelas TK A1, A2, A3, A4, serta TK B1, B2, B3, dan B4. Tidak hanya itu, anak-anak juga diperkenalkan dengan kantor sekolah, perpustakaan, Ruang UKS, hingga toilet anak, sehingga mereka memahami fungsi setiap ruangan dan merasa lebih percaya diri untuk beraktivitas secara mandiri di lingkungan sekolah.

Puncak kegiatan hari ketiga ditutup dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan dengan tata cara makan bernuansa Islami. Sebelum makan, anak-anak dibimbing untuk mencuci tangan, membaca doa, duduk dengan tertib, makan menggunakan tangan kanan, menjaga kebersihan, tidak menyisakan makanan, serta mengakhiri kegiatan dengan doa setelah makan. Pembiasaan sederhana ini bukan hanya mengajarkan pola hidup sehat, tetapi juga menanamkan adab, rasa syukur, disiplin, dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

MPLS Ramah bukan sekadar memperkenalkan gedung sekolah kepada peserta didik, tetapi menghadirkan pengalaman belajar pertama yang menyenangkan, aman, dan penuh makna. Melalui kegiatan yang dirancang sesuai dengan karakteristik anak usia dini, TK dan KB Al Azhar Kowel Pamekasan berupaya menciptakan lingkungan belajar yang membuat setiap anak merasa diterima, dihargai, dan termotivasi untuk terus berkembang.

Hari ketiga ini menjadi bukti bahwa pendidikan terbaik dimulai dari pengalaman-pengalaman sederhana yang dilakukan dengan penuh kasih sayang. Ketika anak mengenal lingkungannya, merasa aman bersama gurunya, bermain dengan gembira, dan belajar menjalankan kebiasaan baik, maka sesungguhnya proses pembentukan karakter telah dimulai sejak langkah pertama mereka memasuki gerbang sekolah.

“MPLS Ramah Day 3 menjadi perjalanan mengenal sekolah dengan hati yang gembira, membangun kemandirian melalui pengalaman nyata, serta menanamkan nilai-nilai Islami yang akan tumbuh bersama setiap langkah kecil menuju masa depan yang gemilang.”

MPLS Ramah Day 4: Menanamkan Karakter Mulia Melalui Kebiasaan Baik Sejak Usia Dini

Pamekasan – Memasuki hari keempat Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026–2027, suasana di TK dan KB Al Azhar Kowel Pamekasan semakin menunjukkan semangat kebersamaan. Berbagai aktivitas yang dilaksanakan tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter yang akan menjadi bekal penting dalam kehidupan anak di masa depan. Setiap kegiatan dirancang sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan dunia anak.

Sejak pagi, peserta didik disambut hangat oleh kepala sekolah dan para guru di gerbang sekolah dengan senyum dan sapaan penuh kasih sayang. Penyambutan sederhana ini memiliki makna yang besar, karena mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak. Ketika anak datang ke sekolah dengan hati yang gembira, proses belajar pun akan berlangsung lebih optimal.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Semangat Pagi yang dikemas melalui berbagai ice breaking ceria. Gerakan, tepuk semangat, dan permainan sederhana membuat suasana kelas menjadi hidup. Tawa dan keceriaan anak-anak menjadi bukti bahwa belajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan sekaligus mampu meningkatkan konsentrasi, keberanian, serta semangat untuk berinteraksi dengan teman-teman baru.

Salah satu nilai utama yang diperkenalkan pada MPLS Day 4 adalah penerapan Budaya 7S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, Solusi, dan Semangat. Budaya positif ini menjadi identitas yang terus dibangun di lingkungan TK dan KB Al Azhar. Anak-anak dibiasakan untuk menyapa guru dan teman dengan ramah, mengucapkan salam, menunjukkan sikap sopan santun, memiliki semangat dalam belajar, serta belajar menyelesaikan masalah dengan cara yang baik. Pembiasaan sederhana ini diharapkan mampu membentuk karakter mulia yang akan tumbuh dan melekat dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Nilai kepedulian terhadap lingkungan juga ditanamkan melalui kegiatan merawat tanaman dengan menyiram bunga di area sekolah. Dengan penuh antusias, anak-anak belajar bahwa tumbuhan juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang agar dapat tumbuh dengan baik. Aktivitas ini mengajarkan tanggung jawab, kepedulian terhadap alam, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan sejak usia dini. Melalui pengalaman nyata seperti ini, anak belajar bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan bagian dari perilaku hidup yang baik.

Selanjutnya, peserta didik diajak mempraktikkan cuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir sebagai bagian dari pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Guru memberikan contoh langkah-langkah mencuci tangan yang benar sebelum makan maupun setelah beraktivitas. Kebiasaan sederhana ini menjadi investasi penting dalam membangun kesadaran anak akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan mencegah penyebaran penyakit.

Rangkaian kegiatan hari keempat ditutup dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan sesuai adab makan dalam Islam. Anak-anak dibimbing untuk mencuci tangan terlebih dahulu, membaca doa sebelum makan, menggunakan tangan kanan, makan dengan tertib, menghabiskan makanan sebagai bentuk rasa syukur, serta membaca doa setelah makan. Melalui pembiasaan ini, sekolah tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, kebersihan, dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan MPLS Ramah Day 4 menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak harus diajarkan melalui teori yang rumit. Justru melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari—tersenyum, memberi salam, menjaga lingkungan, hidup bersih, dan menerapkan adab Islami—anak belajar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, mandiri, peduli, serta bertanggung jawab.

TK dan KB Al Azhar Kowel Pamekasan terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan akhlakul karimah. Karena sejatinya, pendidikan terbaik adalah pendidikan yang mampu menyentuh hati, membangun kebiasaan baik, dan menyiapkan generasi yang cerdas, sehat, beriman, serta siap menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

“Karakter hebat tidak dibentuk dalam satu hari, tetapi tumbuh dari kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari. Melalui MPLS Ramah, TK dan KB Al Azhar Kowel Pamekasan menanamkan benih-benih akhlak mulia untuk melahirkan generasi yang beriman, peduli, dan siap menyongsong masa depan.”

MPLS Ramah Day 5: Belajar dari Alam, Mengenal Lingkungan, dan Menumbuhkan Cinta terhadap Masyarakat

Pamekasan – Hari kelima pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026–2027 di TK dan KB Al Azhar Kowel Pamekasan menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda. Jika sebelumnya peserta didik lebih banyak mengenal lingkungan sekolah, kali ini mereka diajak keluar kelas untuk menyaksikan langsung kehidupan masyarakat dan kekayaan alam di sekitar tempat mereka tumbuh. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga dapat diperoleh melalui pengalaman nyata di lingkungan sekitar.

Seperti biasa, kegiatan diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat yang membangkitkan semangat seluruh peserta didik. Iringan musik yang ceria dipadukan dengan gerakan yang energik membuat anak-anak tampak antusias mengikuti setiap instruksi guru. Selain menyehatkan tubuh, senam pagi juga menjadi sarana membangun disiplin, kebersamaan, dan kesiapan anak sebelum mengikuti rangkaian kegiatan berikutnya.

Usai senam, peserta didik mengikuti kegiatan jelajah lingkungan dengan berjalan santai menyusuri jalan-jalan di sekitar sekolah. Rute perjalanan ini sangat istimewa karena menghubungkan satu kelurahan dan dua desa, yaitu Kelurahan Kowel, Desa Larangan Badung, dan Desa Toronan. Perjalanan sederhana tersebut berubah menjadi ruang belajar terbuka yang memperkenalkan anak pada kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Sepanjang perjalanan, anak-anak diajak mengamati berbagai objek yang mereka temui. Mereka mengenal kawasan perumahan sebagai tempat tinggal masyarakat, melihat sungai kecil (leke Madura) yang menjadi bagian dari ekosistem lingkungan, serta mengamati ladang pertanian tempat masyarakat bercocok tanam. Melalui pengamatan langsung ini, rasa ingin tahu anak tumbuh secara alami. Mereka belajar bahwa lingkungan sekitar menyimpan banyak pengetahuan yang dapat dipelajari melalui pengalaman nyata, bukan hanya dari buku cerita atau gambar di kelas.

Kegiatan jelajah lingkungan ini juga mengajarkan anak untuk lebih mencintai alam dan menghargai kehidupan masyarakat di sekitarnya. Dengan melihat langsung aktivitas lingkungan, anak mulai memahami bahwa menjaga kebersihan sungai, merawat tanaman, serta menghormati ruang hidup bersama merupakan bagian dari tanggung jawab setiap warga sejak usia dini.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah kunjungan ke Yayasan Al Azhar, tempat peserta didik disambut dengan hangat oleh Ketua Yayasan Al Azhar, K. Suadi Musyhari. Sambutan penuh keakraban tersebut menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak untuk mengenal lebih dekat keluarga besar Yayasan Al Azhar sebagai rumah pendidikan yang menaungi perjalanan belajar mereka. Bagi orang tua dan peserta didik, kunjungan ini sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap lembaga yang berkomitmen membangun generasi berilmu, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Rangkaian kegiatan hari kelima kemudian ditutup dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan sesuai adab makan dalam Islam. Sebelum makan, anak-anak kembali dibiasakan mencuci tangan, membaca doa, duduk dengan tertib, menggunakan tangan kanan, menghabiskan makanan sebagai bentuk rasa syukur, dan mengakhiri kegiatan dengan doa setelah makan. Pembiasaan ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter di TK dan KB Al Azhar tidak hanya diajarkan melalui nasihat, tetapi dibangun melalui praktik nyata yang dilakukan setiap hari.

Pelaksanaan MPLS Ramah Day 5 memberikan pengalaman belajar yang kaya bagi peserta didik. Mereka tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga mulai memahami lingkungan sosial, alam, dan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Pembelajaran kontekstual seperti ini menjadi langkah awal dalam membentuk anak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, rasa syukur atas nikmat Allah SWT, serta kemampuan beradaptasi dengan kehidupan bermasyarakat.

TK dan KB Al Azhar Kowel Pamekasan terus membuktikan bahwa pendidikan anak usia dini harus mampu menghadirkan pengalaman yang menyenangkan, bermakna, dan dekat dengan kehidupan nyata. Ketika anak belajar sambil berjalan, mengamati, bertanya, dan merasakan secara langsung, maka pengetahuan akan lebih mudah tertanam dalam ingatan mereka. Dari langkah-langkah kecil menyusuri jalan desa, sesungguhnya sedang tumbuh langkah-langkah besar menuju lahirnya generasi yang cerdas, peduli, berkarakter, dan mencintai lingkungan.

“Belajar terbaik dimulai dari mengenal lingkungan sekitar. Melalui MPLS Ramah Day 5, setiap langkah kecil anak menjadi perjalanan besar untuk mengenal alam, menghargai masyarakat, mencintai lingkungan, dan menumbuhkan akhlak mulia sebagai bekal menuju masa depan.”

MPLS Ramah Day 6: Parenting “Mewujudkan Generasi Muslim Hebat Sejak Dini”, Sinergi Keluarga dan Sekolah Membangun Peradaban

Pamekasan – Rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026–2027 di TK dan KB Al Azhar Kowel Pamekasan memasuki hari keenam dengan kegiatan yang sangat istimewa. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang berfokus pada peserta didik, kali ini perhatian diarahkan kepada orang tua sebagai mitra utama pendidikan anak melalui kegiatan Parenting (Pertemuan Wali Murid) bertema “Mewujudkan Generasi Muslim Hebat Sejak Dini.”

Kegiatan ini dihadiri oleh 103 wali murid TK, 28 wali murid KB, serta 13 guru TK dan KB Al Azhar. Antusiasme para orang tua mencerminkan kesadaran bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh pola asuh dan keteladanan yang diberikan di rumah. Kehadiran seluruh elemen pendidikan dalam satu forum menjadi simbol kuat bahwa membangun generasi hebat adalah tanggung jawab bersama.

Acara dibuka dengan pembacaan Surat Al-Fatihah yang dipimpin oleh Ketua Lembaga Pendidikan Islam Al Azhar, KH. Ach. Baidhowi Ali, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan bahwa fondasi utama pendidikan anak adalah tauhid kepada Allah SWT. Menurut beliau, mengenalkan keesaan Allah, membiasakan ibadah, serta menanamkan kecintaan kepada ajaran Islam harus dimulai sejak usia dini dan dilakukan secara istiqamah, baik di rumah maupun di lembaga pendidikan. Pendidikan akidah bukan sekadar materi yang diajarkan, tetapi nilai yang harus dihidupkan dalam setiap aktivitas anak hingga mereka tumbuh dewasa.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keluarga merupakan madrasah pertama bagi setiap anak. Ketika rumah dan sekolah memiliki visi yang sama dalam membangun karakter Islami, maka anak akan tumbuh dengan kepribadian yang kuat, akhlak yang mulia, serta memiliki pegangan hidup yang kokoh dalam menghadapi perkembangan zaman.

Materi inti parenting disampaikan oleh Kepala TK Al Azhar, Heriyanto, S.Pd., yang mengajak seluruh wali murid untuk memperkuat kolaborasi dengan sekolah melalui beberapa komitmen penting.

Materi pertama membahas budaya mengantar dan menjemput anak. Orang tua diharapkan hadir dengan berpakaian rapi dan menutup aurat secara sempurna sebagai bentuk keteladanan bagi putra-putri mereka. Selain itu, proses mengantar dan menjemput dilakukan hingga halaman sekolah, di mana anak diserahkan langsung kepada guru saat datang dan dikembalikan kepada orang tua saat pulang. Prosedur ini bukan sekadar aturan administratif, tetapi merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menjamin keamanan, kenyamanan, dan keselamatan setiap peserta didik.

Materi kedua menekankan bahwa prestasi anak merupakan hasil kerja sama yang erat antara sekolah dan keluarga. Pendidikan tidak akan berjalan maksimal apabila pembiasaan yang dilakukan di sekolah tidak dilanjutkan di rumah. Oleh karena itu, orang tua diajak untuk terus mendampingi anak belajar, membangun komunikasi yang positif, membiasakan ibadah, memberikan teladan yang baik, serta menciptakan lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang. Ketika guru dan orang tua berjalan dalam satu arah, anak akan memperoleh pengalaman belajar yang utuh, konsisten, dan bermakna.

Materi ketiga membahas implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah. Orang tua diberikan pemahaman mengenai tujuan program ini dalam mendukung pemenuhan gizi peserta didik agar tumbuh sehat, aktif, dan siap mengikuti pembelajaran secara optimal. Sekolah juga mengajak wali murid untuk mendukung pelaksanaan MBG melalui pembiasaan pola makan sehat di rumah sehingga manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh anak.

Sepanjang kegiatan parenting, suasana berlangsung hangat dan penuh interaksi. Para wali murid mengikuti materi dengan antusias, berdiskusi, serta menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai pendidikan dan perkembangan anak. Forum ini menjadi ruang komunikasi yang mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga sebagai dua lingkungan pendidikan yang saling melengkapi.

Pelaksanaan MPLS Ramah Day 6 menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak usia dini bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kekuatan akidah, keteladanan orang tua, budaya sekolah yang positif, serta sinergi yang berkesinambungan antara rumah dan sekolah. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh cinta, disiplin, dan nilai-nilai Islam akan memiliki bekal yang kuat untuk menjadi generasi yang beriman, cerdas, mandiri, dan berakhlakul karimah.

TK dan KB Al Azhar Kowel Pamekasan terus berkomitmen menjadikan setiap kegiatan pendidikan sebagai sarana membangun peradaban. Melalui parenting ini, sekolah berharap lahir kesepahaman bahwa mendidik anak bukan sekadar mengantarkan mereka menjadi pintar, tetapi juga membimbing mereka menjadi hamba Allah SWT. yang bertauhid, beradab, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

“Anak hebat lahir dari rumah yang penuh keteladanan dan sekolah yang penuh pengabdian. Ketika orang tua dan guru bergandengan tangan dalam bingkai nilai-nilai Islam, insya Allah akan lahir generasi Muslim yang kuat akidahnya, luhur akhlaknya, luas ilmunya, dan siap menjadi penerus peradaban.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *